FK METRA KABUPATEN KARANGANYAR TAMPILKAN ‘KEMPROH AMOH’

 

Kincen adalah pribadi yang ngeyel, susah menerima nasehat dan tetap kemproh alias jorok dalam kehidupan sehari-hari. Akibat perilakunya, lama-lama Kincen jatuh sakit. Ini adalah bagian dari sinopsis cerita kethoprak yang diangkat oleh Forum Kesenian Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Karanganyar di acara Putaran Final Festival Pertunjukan Rakyat FK Metra Jawa Tengah 2018 di Panggung Budaya Jateng Fair  PRPP Semarang, (26/8). Melalui pertunjukan kesenian tradisional kethoprak, pemerintah berusaha mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dengan menjaga kebersihan.

FK Metra Kabupaten Karanganyar maju di putaran final setelah menyisihkan FK Metra di 35 kabupaten/kota lain se-propinsi Jawa Tengah bersama enam peserta. Keenamnya adalah Kabupaten Banyumas, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Wonosobo, Rembang, Karanganyar dan Kota Semarang. Tema yang diambil masih merupakan bagian dari tema pada babak penyisihan, yakni “Pilkada Damai,Anti Hoax atau Germas”. Kabupaten Karanganyar mengambil tema Germas dengan judul “Kemproh Amoh”.

Tim juri dalam perlombaan ini terdiri dari Handri dari Dewan Kesenian Semarang, Maston Lingkar dari Teater Lingkar Semarang dan Daniel Hakiki dari FK Metra Propinsi Jawa Tengah. Pada kesempatan ini, FK Metra Kabupaten Karanganyar belum bisa meraih juara satu, namun masuk kategori Juara Harapan tiga. “ kita masih kurang maksimal dan terkendala teknis, ke depan kita maksimalkan latihan agar bisa meraih juara,”ujar Kristiana D Kartiningsih, Kasi Pengelolaan Sumberdaya Komunikasi dan Informatika. Juara satu Festival Pertunjukan FK Metra Jawa Tengah 2018 diraih oleh FK Metra Kota Salatiga (sf).