Bupati Karanganyar, Juliyatmono menerima kunjungan Pansus IV DPRD Kabupaten Sleman belajar tentang keterbukaan informasi publik

 

 

KARANGANYAR – Sejak Kabupaten Karanganyar menjadi juara Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Kabupaten Jawa Tengah, Pemkab ‘kebanjiran’ tamu untuk belajar PPID. Buktinya, Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Kabupaten Sleman, Yogjakarya pengin tahu ‘resep khusus’ Karanganyar bisa menjadi juara dan manajemenya.

“Saya tertarik dengan pengelolaan PPID Kabupaten Karanganyar. Bagaimana melaksanakan keterbukaan informasi publik,” papar Wakil Ketua Pansus KIP, Sri Riyadiningsih yang diterima Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Sekda, Sutarno dan jajaran pemerintah kabupaten.

Anggota DPRD Sleman dari PDIP itu menanyakan perihal pembentukan PPID Desa, implementasi KIP di tingkat desa, serta punishmen dan reward dapat memenangkan daerah yang terbuka informasinya di Jawa Tengah. “Saya berharap dapat ilmu banyak dari Kabupaten Karanganyar mengenai Keterbukaan Informasi Publik,” tandasnya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang turut hadir mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pansus DPRD Sleman. Dia menambahkan informasi publik memang harus dikawal serius pimpinan. Dalam paparan di Semarang pun, Bupati yang melakukan presentasi sehingga dapat juara. “Keterbukaan informasi publik sudah kami mulai dengan festival anggaran. Semua dapat melihat anggaran semua instansi dan masyarakat tidak perlu bertanya karena bisa melihat dengan ditempelken di dinding,” bebernya.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik terus dilakukan untuk menghindari miss komunikasi. Selanjutnya, ketersediaan medsos pelayanan informasi publik sehingga masyarakat bisa langsung bertanya dan mengungkapkan segala permasalahannya. Website aktif serta mendatangi masyarakat atau titik lokasi yang ada kecenderungan bermasalah untuk berdiskusi.

Sekda Karanganyar, Sutarno dalam sambutannya menyampaikan bahwa Karanganyar berhasil menyabet juara 3 penghargaan KIP Award sebagai Kabupaten yang informatif, namun di Th 2019 kemarin Karanganyar juga menghadapi beberapa kasus dan persidangan di Komisi Informasi, terkait sengketa informasi, ada yang sudah dinyatakan menang namun ada pula yang masih dalam proses pengadilan. “Keterbukaan dan pelayanan informasi publik harus terus ditingkatkan, harus transparan dan dikelola dengan baik agar terhindar dari sengketa informasi” imbuhnya. (hrs)