KARANGANYAR- Dinas Komunikasi dan Informatika

(Diskominfo) Kabupaten Karanganyar selaku Tim Utama Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) rutin melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) PPID ditingkat Kecamatan dan Desa. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong sekaligus mewujudkan UU no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) khususnya di Kabupaten Karanganyar dalam rangka menuju Kabupaten yang Informatif.

Bertempat di Aula Kecamatan Jaten, Selasa (8/6) Tim Utama PPID Karanganyar yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kominfo melaksanakan monev yang diikuti Tim PPID Pembantu Kecamatan dan Tim PPID Desa meliputi Kecamatan Jaten, Tasikmadu dan Mojogedang.

Dalam arahan Sekretaris Dinas Kominfo selaku Tim Utama PPID Kabupaten, Eny Fauziah mengatakan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagaimana tercantum dalam Undang Undang No. 14 Tahun 2008. Maka tugas Pejabat PPID adalah menghimpun, mengelola dan menyampaikan informasi ke badan publik maupun media sosial di era digital seperti website, facebook, Instagram, twitter, SAPAMAS (terkait aduan masyarakat).

“Matur nuwun sekali dengan Rapat Koordinasi PPID kemarin menggabungkan tiga Kecamatan dalam satu lokasi dengan tujuan untuk efisiensi tenaga, waktu dan biaya,”tuturnya.

Disampaikannya pula, kegiatan monev disini bukan bermaksud menggurui akan tetapi untuk mengetahui sejauh mana implikasi Keterbukaan informasi ditiap kecamatan maupun desa selalu update diwebsitenya masing masing sehingga masyarakat bisa mengetahui. Adapun secara umum Daftar Informasi Publik (DIP) meliputi informasi berkala, serta merta, setiap saat dan informasi yang dikecualikan.

“Ini adalah gambaran pekerjaan selaku tim PPID. Memang tugas ini bukanlah tugas ringan, karena kita harus update setiap saat seputar informasi baik aduan, berita berita terkait Covid-19 ke masyarakat,” terang Eny Fauziah dihadapan para peserta monev.

Ia menambahkan bahwa yang dikatakan Kabupaten informatif adalah bagaimana mengemas penyajian informasi publik dalam bentuk media sosial seperti ig, fb, twitter.
Pihaknya pun mewanti wanti untuk berhati hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.
Jangan sampai menggunakan media sosial tetapi berakhir dengan hukum, jangan sampai menimbulkan masalah.

“Ibarat peribahasa mulutmu harimaumu tetapi era digital sekarang jempolmu harimaumu, hati hatilah bermedsos” pesannya.
Diskominfo (Tim)