Karanganyar – Gedung Rektorat Lantai 4, Universitas Negeri Semarang, Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M

 

Karanganyar – Bertempat di Gedung Rektorat Lantai 4, Universitas Negeri Semarang, Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M melaksanakan paparan Uji Publik Tahun 2022 didampingi kepala OPD terkait, Selasa (13/12) . Kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari hasil rapat pleno Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah atas hasil penilaian yang meliputi tahap I penilaian website dan media sosial badan publik, tahap II penilaian Self Assesment Quisioner (SAQ) melalui apliasi E-Monev dan tahap III kegiatan visitasi dan verifikasi SAQ. Paparan kali ini diikuti oleh 21 kabupaten dan kota di provinsi Jawa Tengah. Seluruh peserta paparan adalah badan publik yang memenuhi nilai untuk lolos ke tahap akhir ini, termasuk Kabupaten Karanganyar.

“Membangun Badan Publik Yang Terbuka dan Inovatif” menjadi tema dalam presentasi kali ini. Dalam paparannya, Bupati Juliyatmono menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah melaksanakan prinsip-prinsip terciptanya good governance. Kegiatan yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan terbuka antara lain pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) sebagai bentuk bahwa masyarakat memiliki andil dalam menyampaikan pendapat bagi pemerintah untuk menyusun peraturan, kemudian adanya JDIH (Jaringan Dokumen Informasi dan Hukum) yang dimiki Pemkab Karanganyar menjadi dasar hukum dalam menjalankan pemerintahan.

Tak kalah penting, untuk menjalankan pemerintahan yang terbuka, Pemkab Karanganyar sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, dimana perda ini tidak dimiliki oleh banyak badan publik di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, adanya Mal Pelayanan Publik, menurut Bupati Juliyatmono, merupakan bentuk perhatian Pemkab Karanganyar dalam memberikan fasilitas kepada stakeholder dan masyarakat agar dapat lebih mudah mendapatkan pelayanan. Sebagai bukti Pemkab Karanganyar melaksanakan pemerintahan berdasar konsensus, Pemkab Karanganyar membuat persetujuan bersama mengenai peraturan daerah.

Melanjutkan paparan, Bupati Karanganyar yang saat itu didampingi oleh plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. Sujarno, Msi dan Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Metty Feriska Rajagukguk, S.H, M.H, menyampaikan mengenai keunggulan Kabupaten Karanganyar berupa program smartcity yang sudah mulai digarap oleh jajaran Pemkab Karanganyar. Selain itu, dirinya juga menyampaikan inovasi yang sudah dijalankan di Kabupaten Karanganyar. Contoh inovasi yang susah dijalankan antara lain Sidenokk (Sistem Informasi Data Elektronik Kepemudaan dan Pariwisata) milik Disparpora Kabupaten Karanganyar, Paktuji (Paket Perkawinan Pitu dadi Siji) milik Disdukcapil, dan Ojek ASI yang merupakan inovasi milik Puskesmas Kebakkramat 2.

Dalam sesi tanya jawab, panelis menanyakan mengenai prosedur pengaduan masyarakat. Hal ini terkait partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintahan. Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa semua aduan yang masuk akan dikelola sesuai prosedur. Dan akan segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait yang lebih berwenang dan secara bertahap. Bupati Karanganyar juga menambahkan bahwa akhir-akhir ini aduan yang cukup banyak masuk adalah mengenai jalan rusak, reward masuk Perguruan Tinggi Negeri, dan mengenai Set Top Box. Semua aduan sudah terakomodir dan ditindaklanjuti dengan baik.

Sebagai penutup, Bupati Juliyatmono menyampaikan bahwa pemerintahan yang baik dan terbuka tidak akan dapat terwujud dengan baik tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak. Diantaranya adalah dukungan OPD dan tentunya dukungan masyarakat luas, salah satunya adalah dengan kepercayaan masyarakat yang tinggi akan menjadi motivasi dalam berjalannya pemerintahan yang bagus dan terbuka.

Demikian Diskominfo (tgr/oky)