KARANGANYAR – Dalam rangka upaya percepatan penurunan Angka kematian Ibu(AKI), angka kematian bayi(AKB), dan juga Stunting di Kabupaten Karanganyar, Dinas Kesehatan gelar pembinaan bagi Bidan desa dan Bidan koordinator se Kabupaten Karanganyar yang di selenggarakan di RM Mbak Ning Ngargoyoso pada, Selasa(7/3/23).

Pembinaan oleh Bupati Karanganyar ini merupakan upaya peningkatan komitmen bagi Bidan desa dan Bidan koordinator. Sebanyak 200 Bidan desa dan Bidan koordinator ikuti kegiatan pembinaan ini.

Hadir memberikan pembinaan, Bupati Karanganyar H. Juliyatmono mengapresiasi kasus angka kematian ibu dan bayi  juga stunting di Karanganyar tidak ada, semoga sampai akhir tahun nanti tetap tidak ada kasus tersebut.

” Bidan ga boleh sakit, pikirannya harus sehat. Biar sehat terus, karena membantu mensupport ibu-ibu hamil juga agar sehat”, jelas orang nomor satu di bumi Intanpari ini.

Dengan slogan “Sat Set Das Des Lindungi Ibu dan Bayi”. Bupati yang akrab disapa Yuli ini berharap Bidan desa mampu bekerja maksimal dalam menangani persalinan.

Salah satu Bidan desa mengutarakan kepada Bupati, jika selama ini mengaku keberatan dengan tuntutan absensi dengan aplikasi “Aku Hadir”, ia mengaku sangat tidak relevan dengan jarak kunjungan dengan lokasi puskesmas yang sangat jauh, harus bolak balik. Dan itu dirasa sangat tidak pas dengan kinerja Bidan desa yang harus melakukan kunjungan dengan jarak yang cukup jauh dari Puskesmas.

Menanggapi hal tersebut, Bupati berjanji akan merubah system absensi “Aku Hadir” bagi ASN, khususnya bagi Bjdan desa ini. Mungkin ini baru satu masukan dari Bidan desa, mungkin ada lagi dari dinas lain yang juga mengalami hal serupa. Nantinya pemerintah melalui BKPSDM akan mengkaji ulang soal absensi ini.(Ard/Tgr)