Pernyataan komitmen bersama mewujudkan satu data bidang kesehatan satu sehat di kabupaten karanganyar di selenggarakan di hotel tamansari, Senin (29/05/23). Adapun tamu yang hadir antara lain Bupati Karanganyar, direktur rumah sakit se-kabupaten karanganyar, organisasi profesi yaitu Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), OPD terkait seperti Diskominfo dan Baperlitbang, kepala puskesmas se kabupaten karanganyar, rekan – rekan rekam medis dan rekan – rekan dinas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Ibu Purwati, S.K.M., M.Kes menuturkan demi menjamin berjalannya tata kelola data dan infomasi kesehatan yang dapat diandalkan itu perlu didukung dengan kebijakan yang berkualitas. Kementrian kesehatan selama tahun 2022 telah menerbitkan serangkaian kebijakan untuk mendukung upaya penerapan lapor satu sehat sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan melalui penyediaan data kesehatan yang akurat, mutakhir, terintegrasi dan realistis. Informasi kesehatan diberikan melalui lintas sektoral baik di pemerintah pusat maupun daerah. Pengembangan aplikasi satu sehat diharapkan dapat meningkatkan layanan dengan terintegrasinya data kesehatan individu dengan dan digital antar instansi pemerintah pusat, daerah dan industri kesehatan. Demi mendorong pencatatan rekam medis secara digital diseluruh fasilitas medis di seluruh indonesia. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarkan rekam medis eletronik sesuai dengan ketentuan peraturan mentri kesehatan paling lambat 31 desember 2023.

Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, M.M., M.H., dalam arahannya menekankan bahwasannya sebagus apapun teknologi dan sistemnya semua tegantung pada kualitas sumberdaya manusianya. Sumber daya manusia yang baik itu harus berintegritas dan bisa berkomitmen.
Apalagi terkait integritas, karena intagritas itu merupakan dasar seseorang berkelakuan.

Pentingnya satu data kesehatan rekam medik eletronik itu untuk melihat data medis orang perorang yang diperiksa dimanapun orang tersebut melakukan pemeriksan dan datanya dapat dipertanggungjawabkan karena terpusat satu data. Data rekam medik eletronik ini harus terkoneksi satu sama lain sehingga masyarakat dapat memilih pelayanan kesehatan dimanapun mereka berada. Maka para direktur rumah sakit dan perangkat terkait untuk saling berkersama agar segera terwujud konektivitas data rekam medik elektronik tersebut.

“Kita awali berkomitmen satu data rekam medik elektronik hari ini hingga 2 bulan kedepan. Paling lambat akhir juli 2023, dan akan saya launching per 1 agustus 2023”, pinta Bupati.

Penandatanganan komitmen penerapan satu data kesehatan kabupaten karanganyar diwakili oleh drg. Dwi Rusharyati, M.H., dari RSUD Karanganyar, drg. Ririn Nurliyani dari Puskesmas Colomadu II, dr. Ita Kusumawati, M.Kes dari Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia (PKFI) Karanganyar, dr. Siti Wahyuningsih, M.Kes, M.H., dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Karanganyar, Apt. Agus Purnomo, M.M, dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar, Kusmawati, S.Km, S.Tr Keb, dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Karanganyar, Warsono, S.Kep dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Karanganyar, dan Eko Pratopo, S.T dari Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Karanganyar.

Pernyataan komitmen bersama mewujudkan satu data bidang kesehatan satu sehat di kabupaten karanganyar antara lain dengan :
1. Mempersiapkan sumber daya manusia dan sarana prasarana untuk penyelenggaraan rekam medik elektronik.
2. Menerapkan rekam medik elektronik dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
3. Melakukan registrasi dan integrasi pada platform satu sehat kementrian kesehatan republik indonsia.

Demikian Diskominfo.