KARANGANYAR- Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan untuk menjadi keynote speaker/pembicara pada sosialisasi pemberdayaan organisasi kemasyarakatan Kabupaten Karanganyar Tahun 2023 dalam rangka menciptakan Pemilu Damai Tahun 2024 yang berlangsung di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati, Kamis (14/9/2023) siang.

Menurutnya pada era terbuka sekarang ini semua akan tersorot, berbeda dengan era dulu. Maka siapapun berhak mengomentari apapun dan siapapun. Pasalnya semua bertanggung jawab tentang apapun yang telah dikatakan dihadapan siapapun baik terekam, tertulis di media sosial apa saja. Semua nanti kembali ke prosedur, resmi aturannya akan seperti apa.

“Oleh karena supaya suasana tenteram, ayem, guyub, aman saya mengusulkan mulai dari Papahan sampai dengan Bejen tidak boleh ada pemasangan atribut bendera Partai politik (Parpol) apapun. Hanya simbol Pemilihan Umum berjalan dengan baik. Kalau diijinkan bisa jadi satu pohon saja akan penuh dengan gambar gambar parpol. dan itu dampak tidak rapi dan kurtang nyaman, aman,”jelas Bupati.

Ia juga menghimbau tiga hari sebelum coblosan semua atribut untuk segera dibersihkan agar lingkungan rapi suasana terasa aman situasi tenang. Dikatakannya tradisi pergantian Pemerintahan, silih berganti Pemimpin merupakan hal yang biasa biasa saja, tidak ada yang istimewa. Karena semua yang nantinya sudah terpilih, kembali ke koridor sesuai aturannya masing masing dan berjalan dengan baik.

”Harus dibiasakan, bagus untuk belajar berdemokrasi, penyelesaian masalah bangsa hanya lewat Pemilihan Umum. Mudah mudahan kita semua punya tanggung jawab yang baik untuk Kabupaten Karanganyar agar tetap aman tenteram kondusif,”tandasnya.

Diskominfo