KARANGANYAR– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar menggelar bimbingan teknis admin aduan se Kabupaten Karanganyar yang dilaksanakan di Hotel Permatasari Gaum Tasikmadu, Selasa (21/11/2023). Diharapkan dengan bimtek ini dapat meningkatkan peran dan fungsi admin dalam merespon aduan secara cepat, benar, tepat dengan penggunaan bahasa yang baik dan santun.

Laporan Kepala Dinas Kominfo Karanganyar yang diwakili Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP), Heri Wasito mengatakan Tingginya aduan masyarakat dilingkup Pemerintahan, dibutuhkan kontribusi admin aduan baik ditingkat Dinas/Instansi/Kantor serta Kecamatan diwilayah Pemerintah Kabupaten Karanganyar khususnya dalam mempercepat tindak lanjut penyelesaian pengaduan di berbagai sektor bidang melalui Aplikasi Media Sosial Instagram, SAPAMAS, Twitter, FaceBook, Website, LaporGub dan SP4N Lapor.

Menurutnya Aplikasi-Aplikasi tersebut berfungsi menampung dan langsung menanggapi setiap permasalahan dan keluhan masyarakat sebagai salah satu upaya Pemerintah dalam memberikan pelayanan publik secara responsif, cepat dan optimal.

Ditambahkannya tujuan bimtek ini adalah dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi Admin Pengelola Aduan masyarakat serta memahami mekanisme/langka-langkah dalam pengelolaan aduan masyarakat secara baik, benar, efektif, efisien, tepat sasaran dan transparan.

” Dalam menjawab maupun menyampaikan hasil aduan masyarakat dengan baik akan memberikan dampak positif dan kepuasan masyarakat sebagai salah satu upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat atas kinerja Pemerintah dalam pelayanan publik,” jelas Kabid IKP.

Selanjutnya arahan Sekretaris Daerah Karanganyar sekaligus Pembina Admin Aduan Masyarakat, Timotius Suryadi menuturkan aduan masyarakat tidak hanya melalui kanal SAPAMAS maupun kanal yang resmi, karena saat ini orang berkomunikasi dengan Pemerintah boleh dengan apapun. Karena sekarang jamannya sudah berganti, ada yang langsung bersuara dan kita respon dengan lebih cepat sehingga tidak ada yang tidak kita tanggapi.

Pada kesempatan tersebut, Sekda meminta untuk selalu mengecek akun google pastinya akan terkoneksi dengan aduan aduan yang tidak terespon. Untuk itu kalau ada OPD yang terlambat tetap harus dijawab.
Karena itulah wajah kita nantinya, karena suara nitizen adalah suara warga masyarakat kita.

“Jadi respon masyarakat dapat meningkat jika kita juga berkontribusi dalam menanggapi aduan dengan baik. Terlebih komunikasi untuk menjawab, menanggapi aduan dengan pengunaan bahasa yang santun,” terang Sekda.

Ditambakannya untuk menangani aduan harus ada tim terpadu yang terdiri dari semua OPD/Instansi/Kntor/BUMD/Kecamatan sehingga dapat merespon secara cepat aduan masyarakat dalam bentuk grup.

” Untuk saat ini melalui Whatsapp (wa) lebih efektif, efisien karena hampir setiap orang menggunakan media sosial whatsapp berbeda dengan instagram ataupun website,”katanya.

Pada kegiatan bimtek tersebut menghadirkan narasumber/pemateri dari Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP UNS, Sri Hastjarjo, S. Sos, Ph. D yang membahas metode dalam mengelola aduan masyarakat dengan baik, benar dan tepat sasaran tidak terlepas penggunaan gaya bahasa yang santun sehingga tidak terjadi pembulyan kepada admin.

Disampikan pula oleh Pejabat Fungsional Pranata Humas Diskominfo Karanganyar, Kristiana mengenai rekap aduan yang masuk dan telah ditanggapi dengan baik mulai bulan Januari sampai November Tahun 2023 total adalah tujuh ratus (700) aduan. Ada lima (5) Paling banyak mendapat sorotan adalah DPUPR terkait infrastruktur jalan sebanyak 246 aduan yang masuk, Dikbud 35 aduan, Dinkes terkait vaksin, bpjs, kis, Dishub terkait penerangan jalan, rambu jalan, Disdag terkait lowongan kerja, kartu pra kerja.
Diskominfo